Dedensoleh’s Blog

Just another WordPress.com weblog

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

 

 

            Ada berbagai pendapat tentang bebagai macam dari model untuk membuat suatu keputusan. Berbagai pendapat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

 

1. E.S. Quade

            Menurut pendapat ini model dapat diklasifikasikan menjadi model kualitatif dan model kuantitatif.

  1. Model kualitatif

                  Model ini didasarkan atas asumsi-asumsi yang tingkat ketepatannya masih kurang dibandingkan dengan model kuantitatif, karena model ini dibuat berdasarkan pertimbangkan subjek pengambil keputusan. Model ini lebih tepat apabila digunakan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Karena setiap orang mempunyai kemampuan dan daya nalar tersendiri terhadap setiap persoalan yang dihadapi.

  1. Model kuantitatif

                  Merupakan serangkaian asumsi yang tepat, dinyatakan dalam serangkaian hubungan matematis yang pasti. Model ini dapat berupa persamaan atau analisis lainnya, atau merupakan instruksi bagi komputer yang berupa program-program. Ciri-ciri pokok model ini adalah ditetapkan secara  lengkap melalui asumsi-asumsi, dan kesimpulannya berupa konsekuensi logis dari asumsi-asumsi tanpa menggunakan menggunakan pertimbangan intuisi tentang praktik dunia nyata.

 

2. Herbert G. Hicks dan c. Ry Gullet

            Mereka berdua membedakan model-model keputusan ke dalam model probabilitas dan model matriks.

a.      Model Probabilitas

                 Model ini membahas tentang kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang terhadap suatu peristiwa tertentu, dan nilai harapan atas terjadinya peristiwa tersebut. Nilai dari sesuatu yang diharapkan pada setiap peristiwa adalah kemungkinan terjadinya peristiwa dikalikan dengan kondisional.

b.      Model Matriks

                 Penerapan model matriks ini dimaksudkan untuk menyajikan secara khusus kombinasi antara berbagai strategi atau beberapa alternatif yang digunakan dan nilai atau hasil yang di harapkan pada masing – masing strategi atau alternatif model ini terdiri atas dua hal pokok yaitu garis yang menggambarkan berbagai strategi atau alternatif di pakai sebagai dasar pengambilan keptususan, dan lajur yang menggambarkan kondisi dam situasi yang berlainan pada masing – masing alternatif strategi. 

 

3. B.A. Fisher

            Menurut pendapat ini, model dalam pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Model Preskiptif

                  Model yang menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan dengan cara memberikan pedoman dasar, agenda, jadwal dan urut-urutan yang membantu kelompok mencapai consensus. Model ini disebtu jugasebagai model normatif.

      Penerapan model preskiptif atau model normatif meliputi lima langkah, yaitu :

  • Orientasi, yaitu menentukan bagaimana situasi yang dihadapi.
  • Evaluasi, yaitu menentukan sikap yang perlu diambil.
  • Pengawasan, yaitu menentukan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi situasi tersebut.
  • Pengambilan keputusan, yaitu menentukan pilihan atas berbagai alternatif yang telah dievaluasi.
  • Pengendalian, yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksannan hasil keputusan.

 

  1. Model Deskriptif

                  Model yang menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan. Model ini juga menerangkan (menggambarkan) segala sesuatu sebagaimana apa adanya. Model ini juga memberikan kepada manajer informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan, dan tidak menawarkan penyelesaian masalah.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Model Keputusan

      Pengambilan keputusan merupakam proses interaksi antara input-input sebagai bahan dsar pembentukan suatu model keputusan, yang terdiri atas tujuan organisasi, kendala-kendala intern,kriteria pelaksanaan dan berbagai alternatif pemecahan masalaah. Imteraksi tersebut diharapkan akan menghaslkan output yang baik yang berupa pelaksanaan keputusan,pengendalian, dan umpan baliknya.

      Pengambilan keputusan baik keputusan pribadi maupun keputusan kelompok dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. keadaan lingkungan dn nilai-nilai yang kerap kali bertentangan
  2. pengaruh politik
  3. emosionalisme
  4. tingkat pendidikan
  5. model keputusam faktual.

Lima faktor tersebut akan berpengaruh terhadap pembentukan suatu model keputusan

Mei 3, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: