Dedensoleh’s Blog

Just another WordPress.com weblog

supervisi pendidikan

Sekolah Bermutu Baik

 

            Sekolah yang bermutu adalah yang dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan. Sekolah yang bermutu tidak muncul begitu saja melainkan hasil dari kerja kinerja dalam memanage sekolah tersebut.

 

Contoh ciri-ciri sekolah yang kurang baik:

  1. Bangunan kurang memadai
  2. Fasilitas kurang lengkap
  3. Guru sering bolos atau malas
  4. Miss manajemen
  5. Miskin metode pengajaran
  6. Kurikulum tidak baik
  7. Biayanya cenderung murah
  8. Perilaku siswa kurang berpendidikan

 

Konsep Supervisi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

 

            Supervisi adalah bantuan professional yang dilakukan oleh supervisor untuk meningkatkan mutu pendidikan. Supervisi bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa melalui proses belajar yang konsruktif, yang ditangani oleh guru professional.

 

Supervisi identik dengan:

  • Proses peningkatan prestasi siswa
  • Proses peningkatan proses belajar
  • Proses peningkatan prestasi guru

 

GURU

PBM

Peningkatan Prestasi Siswa

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai kunci pendidikan          Proses PBM berjalan baik        Prestasi siswa meningkat

 

 

Perkembangan Konsep Supervisi

 

Yang harus dimiliki oleh seorang supervisor

  • Knowledge (ilmu pengetahuan)
  • Technical skill
  • Human Relations

 

Fungsi dan peranan supervisor

  • Researcher (peneliti)
  • Evaluator (penilai)
  • Improver (pemerbaik)
  • Developer (pengembang)

 

Taksonomi Supervisi

 

Supervisi è  to assistance in the development to better teaching learning situation.

            Artinya : membantu untuk meningkatkan proses belajar mengajar agar lebih baik.

 

            Supervisi berangkat dari kebutuhan guru bukan kesalahan guru. Supervisi membantu menciptakan iklim yang lebih baik dalam proses belajar mengajar.

 

Indikator guru yang baik:

  • Menerangkan pelajaran dengan jelas
  • Menyenangkan dakam belajar
  • Merubah yang sulit jadi mudah
  • Pelajaran yang abstrak jadi konkrit

 

Perbedaan antara pengawasan dan supervisi

PENGAWASAN => Mengawasi penyimpangan=> Mencari-cari kesalahan
SUPERVISI => Membantu kearah perbaikan=> Pembinaan

 

 

 

 

 

 

Mutu Mengajar

 

Delapan keterampilan generic mengajar

  1. Bertanya
  2. Memberi penguatan
  3. Membuat variasi
  4. Menjelaskan
  5. Memmbuka dan menutup pelajaran
  6. Membimbing diskusi kelompok
  7. Mengelola kelas
  8. Mengajar kelompok kecil individual

Penguasaan 8 keterampilan byang terintregasi akan mengefektifkan proses pembelajaran

 

Perilaku supervisor :

  • Komitmen terhadap mutu pendidikan
  • Sahabat semua orang
  • Ikhlas, dari hati ke hati
  • “Batur pakumaha dina keur susah”
  • Partisipan kerja sama
  • Trampil memberi pelayanan

 

Fokus bidik supervisi

            Penampilan mengajar yang harus diperbaiki secara terus menerus:

  • Peningkatkan kemampuan merencanakan pembelajaran
  • Peningkatan kemampuan penyajian materi
  • Peningkatan kemampuan menilai proses dan hasil belajar

 

Teori Pembelajaran

 

System pembelajaran meliputi :

  1. Merumuskan tujuan belajar
  2. Menetapkan bahan ajar
  3. Memilih metode dan media instruksional
  4. Mengelola interaksi instruksional
  5. Menyelenggarakan evaluasi

 

Gaya belajar pada umumnya:

1)      Kinestetik/Haptik 37%

  • Bergerak
  • Menyentuh
  • Melakukan

2)      Visual 29%

  • Dengan gambar
  • Bioskop
  • Gambar hidup

3)      Auditorial

  • Melalui suara

 

Daya serap belajar :

  • 10% dari apa yang dibaca
  • 20% dari apa yang didengar
  • 30% dari apa yang dilihat
  • 50% dari apa yang dilihat dan didengar
  • 70% dari yang dikatakan dan dikeluarkan
  • 90% dari apa dilakukan

 

Kepuasan mengajar

 

Bantuan / layanan profesional
Mengajar
Belajar
Prestasi

 

 

            Dalam proses belajar mengajar terjadi proses transaksi akademik yang pedagogis. Dimana guru yang bertindak sebagai pengajar dan siswa yang bertindak sebagai orang yang diajar. Dalam proses belajar sama halnya dengan proses mengubah diri.

 

Kelemahan pada umumnya dalam praktek pengajaran :

  • Kurang mempersiapkan pelajaran dengan baik
  • Tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang tujuan yang akan dicapai
  • Kurang memberikan bimbingan terhadap peserta didik dalam proses belajar
  • Enggan menghadapi peserta didik yang lamban
  • Tidak memberikan evaluasi pembelajaran

Kelemahan dalam metode mengajar

  • Hanya metode ceramah
  • Kurang menimbulkan minat belajar
  • Tidak menunjukkan pentingnya pelajaran yang diberikannya
  • Tidak memiliki keterampilan menggunakan berbagai metode mengajar
  • Tidak mengajarkan tentang cara yang terbaik mempelajari pelajarannya

 

Keterampilan yang diperlukan supervisor

  • Kepemimpinan; mempengaruhi staff agar menyumbangkan segenap kemampuannya yang dimiliki
  • Human Relation; gaul dan memelihara suasana perssaudaraan yang baik agar emosi dan perasaan anggota staff kondusif, supaya suasana kerja tetap produktif
  • Administrasi personil; “the right man in the right place”
  • Kerja kelompok; memimpin kelompok untuk memecahkan persoalan bersama seperti rapat, diskusi, seminar.
  • Evaluasi; menilai perencanaan, proses dan hasil pekerjaan guru

 

Prinsip supervisi

  1. supervisi dimulai dari aspek yang positif
  2. Hubungan pengawas dengan guru hubungan kolegial yang sederajat dan bersifat interaktif
  3. Pertemuan / diskusi antara pengawas dan guru demokratis
  4. Suasana sipervisi terepusat pada kebutuhan dan aspirasi guru, berada di dalam ruang lingkup tingkah laku mengajar
  5. Pengkajian balikan dilakukan berdasarkan data hasil observasi yang cermat didasarkan atas kontak, serta dilaksanakan dengan segera
  6. Mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab guru, baik pada tahap perencanaan, analisis, pengambilan keputusan, tindak lanjut.

 

Dialog profesianal

 

            Dialog professional adalah suatu tatap muka, dimana supervisor dan guru bersama-sama membahas dan menilai masalah-masalah pendidikan secara ilmiah untuk perbaikan dan penilaian khususnya masalah pembelajaran yang dihadapi.

 

TEKNIK

Langsung(direct technique)
Tidak langsung(indirect technique)

 

 

 

 

 

 

 

 

            Teknik dialog langsung adalah kontak langsung yang dilakukan supervisor kepada yang disupervisi.

Contoh tehnik dialog langsung:

  1. Kunjungan kelas
  2. Pertemuan pribadi
  3. Rapat supervisi (berkelompok)

            Teknik dialog tidak langsung adalah kontak yang dilakukan superevisor kepada yang disupervisi dengan perantara media.

Contoh teknik dialog tidak langsung:

  1. lewat e-mail
  2. Surat (suggestion box)
  3. Buletin
  4. Artikel

Mei 3, 2009 - Posted by | Pendidikan

2 Komentar »

  1. ass. pak deden. artikelnya cukup bagus. cukup membantu. kalau boleh saya ingin meminta bantuan bapak karena saya kesulitan mencari intrumen dan ciri-ciri suvervisi pendidikan untuk memenuhi tugas kuliah saya di putussibau. jika bapak berkenan tolong kirimkan balasannya ke elvin_elja@yahoo.com

    Komentar oleh ELVIN | April 11, 2010 | Balas

    • Terima kasih… Insya Alloh saya sedikit bantu….

      Komentar oleh Deden | April 23, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: