Dedensoleh’s Blog

Just another WordPress.com weblog

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Standar Nasional Pendidikan adalah merupakan standar perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang proses serta lulusannya memperoleh hasil yang maksimal dari pendidikan tersebut. Dari lulusan yang berhasil tersebut dapat terlihat dari bagaimana lulusan dapat diterima di masyarakat dan dapat memberikan sesuatu di masyarakat.

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) 8  Standar Nasional Pendidikan adalah:

  1. Standar kompetensi lulusan
  2. Standar isi
  3. Standar proses
  4. Standar pendidikan dan tenaga pendidikan
  5. Standar sarana dan prasarana
  6. Standar pengelolaan
  7. Standar pembiayaan pendidikan
  8. Standar penilaian pendidikan

Standar nasional pendidikan meliputi:

1. Standar kompetensi lulusan

Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

2. Standar isi

Standar isi pendidikan di Indonesia meliputi kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kalender pendidikan/akademik.

3. Standar proses

Proses pembelajaran interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

4. Standar pendidikan dan tenaga pendidikan

Pendidik harus memilik kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

5. Standar sarana dan prasarana

Persyaratan standar minimal sarana dan prasarana diatur dengan rinci yaitu:

  • Sarana:

Perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, BHP.

  • Prasarana:

Ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berekreasi.

6. Standar pengelolaan

Standar pengelolaan dilakukan oleh satuan pendidikan, pemda, dan pemerintah.

  • Dikdasmen:

Menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas.

  • Dikti:

Menerapkan otonomi perguruan tinggi yang dalam batas-batas yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku memberikan kebebasan dan mendorong kemandirian.

7. Standar pembiayaan pendidikan

Standar pembiayaan pendidikan mengatur tentang persyaratan minimal, yaitu:

  • Biaya investasi, meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap.
  • Biaya personal, meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratus dan berkelanjutan.
  • Biaya operasi, meliputi gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta tunjangan yang melekat pada gaji, bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya operasi pendidikan tidak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.

8. Standar penilaian pendidikan

Standar penilaian pendidikan merupakan standar nasional penilaian pendidikan tentang mekanisme, prosedur, dan insrumenpenilaian hasil belajar peserta didik.

MUTU PENDIDIKAN

Pada SMU Iclamic Centre Muhammadiyah Pacet Jawa Barat didalam pengelolaannya terdapat banyak keluhan-keluhan dari siswa terhdp sarana prasarana, guru dan proses belajar mengajar. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah siswa rata-rata 30 sampai 50 siswa pertahun dengan jumlah siswa sebesar 250 sampai 300 siswa pertahun. Sehingga diperlukan suatu langkah upaya peningkatan mutu pendidikan dengan memenuhi kebutuhan siswa. Sedangkan yang dimaksud dengan peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan kemampuan sekolah dalam mengelola secara operasional dan efisien terhadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut dalam memenuhi kebutuhan siswa. Adapun yang dimaksud dengan komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah adalah : siswa, guru, pembina atau pengelola sekolah, sarana prasarana, dan proses belajar mengajar.

Jadi mutu pendidikan adalah peningkatan kemampuan satuan pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang proaktif dan mampu bersaing. Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang membuat anak didiknya menjadi manusia yang seutuhnya.

April 23, 2010 - Posted by | Pendidikan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: